Sebagian besar dari kita pasti sudah paham, bahwa makanan di bandara itu mahal. Apalagi untuk ukuran Changi Airport, Singapore, harga termurah di sana sekitar 7 SGD atau setara dengan 66.500 rupiah. Tapi kalau perut sudah lapar, mau harga berapa pun 'terpaksa' kita beli (dengan catatan ada uang). Itu pula yang saya alami hari Selasa, 15 Juli 2014, dimana saya dan dua orang teman harus transit di Singapore sebelum kembali ke Indonesia tercinta. Karena pada saat itu saya sedang 'berhalangan', maka saya pun tidak puasa. Setelah melewati imigrasi di Terminal 2, kami bertiga langsung berkeliling mencari tempat makan yang kami rasa masuk dikantong. Tapi hampir 30 menit mencari, kok semua harga yang kami lihat 7 SGD ke atas. Akhirnya saya mencoba bertanya pada seorang petugas counter check in Tigerair, apakah disekitar sana ada food court. Dia pun menjawab dengan ramah, bahwa disana (terminal 2) tidak ada food court. "Kalau kalian mau, disini ada staff canteen yang boleh untuk umum" paparnya kemudian. Akhirnya, kami bertiga pergi ke Staff Canteen yang lebih dikenal dengan nama "Canteen 3M" itu. Tempatnya memang tersembunyi. Jadi wajar kalau kita sebagai orang awam, pasti tidak akan tau kalau di Changi ada tempat makan yang murah. Dari counter check in Tigerair di Terminal 2, kita tinggal lurus, sampai mentok. Setelah itu naik lift menuju lantai 3M. Keluar dari lift, cukup ikuti saja anak tangga di sisi lift. Ya, canteen 3M itu ada disana.
Ini dia situasi canteen 3M, Changi Airport, Singapore.
Setelah masuk, kami langsung berkeliling mencari menu yang sesuai selera. Satu teman saya membeli paket nasi+sayur+telur dadar hanya 2.2 SGD. Sedang saya membeli nasi+sayur+rendang+es kelapa muda hanya 4.5 SGD. Murah bukan? Dan rasanya pun lumayan enak. Karena waktu check in kami masih sekitar 40 menit lagi, maka kami pun bisa makan dengan tenang. Setelah perut kenyang, kami bertiga langsung menuju counter check in Tigerair untuk kembali ke Jakarta. Bye, Changi...I will come back there soon ^-^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar