Minggu, 15 Juni 2014

Bukan aku atau kamu, tapi 'kita'

Dia kembali terjaga kala malam masih begitu erat memeluk bumi. Ya, 02:57. Suara adzan awal dari masjid di sebrang rumah pun baru saja dikumandangkan. Dia terdiam sejenak, mengamati wajah orang yang tengah tertidur pulas disampingnya. Perlahan senyumnya mengembang lalu diciumnya wajah lelaki itu. Ada kebahagiaan yang mengalir di dalam dadanya kala itu. Dia tidak pernah membayangkan, bahwa ternyata pernikahan yang dulu sempat membuatnya ragu & takut, kini malah menjadi sumber semangat & kebahagiaan baginya. Puji syukur atas segala kemurahan-NYA, cinta kasih-NYA yang telah menyatukan mereka dalam ikatan suci. Meski umur pernikahan itu baru seumur jagung, tapi setiap waktu yang mereka miliki adalah ladang pembelajaran, agar mereka bisa terus bersama, saling menguatkan hingga tutup usia. Tidak mudah bagi mereka, terkadang keegoisan masih saja ada. Terkadang perselisihan pendapat masih saja terjadi. Tapi toh pada akhirnya satu diantaranya akan mengalah dan memang harus ada yang mengalah. Kini bukan saatnya lagi berbicara 'aku' atau 'kamu' karena yang ada hanyalah 'kita'. Dan hidup pun menjadi jauh lebih berarti dan berwarna saat 'kita' bersama. Lelaki itu adalah pemimpinnya, imamnya, yang harus dia patuhi kata2 & keinginannya selama itu tidak menyimpang dari agama. Karena lelaki itu lah, yang akan menuntunnya ke surga kelak. Amiin, Ya Rabbal 'alamin

Tidak ada komentar: